Tampilkan postingan dengan label Stop Smoking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stop Smoking. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 Maret 2020
Perokok Lebih Mudah Terjangkit Covid19
Lebih Mudah Terjangkit Covid-19, Perokok Diminta Waspada dan Berhenti Merokok
Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Feni Fitriani di Kantor IDI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020)
berharap dengan adanya fakta perokok lebih rentan terkena virus corona bisa membuat perokok lebih waspada.
"Dengan fenomena ini orang yang masih berani-berani merokok akan lebih waspada. Akan lebih punya motivasi dari sisi takut kena covid-19, lalu berhenti merokok," kata Feni di Kantor IDI.
Feni juga membantah anggapan merokok akan membuat Covid-19 mati karena dihangatkan.
Menurut dia, merokok justru meningkatkan resiko terkena Covid-19.
"Tanpa Covid saja orang yang merokok itu sudah mengalami kerentanan di saluran nafas," ujarnya.
"Kalau temen-temen masih ingat itu 80 sampai 90 persen orang yang kena kanker paru itu adalah perokok," sambungnya.
Sebelumnya, Feni mengatakan orang yang merokok akan lebih mudah terjangkit Covid-19.
Rokok yang dimaksud Feni adalah rokok konvensional maupun rokok elektrik.
"Bahwa pada orang yang merokok itu memang meningkatkan reseptor ACE2 itu kan tempat yang juga diduduki oleh si virus, sehingga kalau orang merokok reseptor atau tempat duduknya lebih banyak. Jadi virusnya rame-rame bisa datang," ujarnya.
SourceKompas/Saniamashabi.
===============
Bagi anda yang mau berhenti merokok, ada cara cepat berhenti merokok.
Hubungi
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl kelapa sawit raya blok DD no. 15
Kelapa Gading,
Jakarta Utara
Telp WA 08111494599
HP 087883171247
Rumah Sehat Thera Afiat - Tangsel
Jl Kalasan B15/1
Sarua Permai - Pamulang
Wa 08111494599
#notaverrijpma
#rumahsehattheraafiat
#Theraafiat
#therainstitute
#obatjamu
#verrijpma
#smokertherapy
Label:
Gurah, Herbal, Thera Afiat, Verri JP MA, Rumah Sehat Thera Afiat, Thera Institute, Kelapa Gading, Sarua Permai, Pamulang, Ciputat, BSD, Bintaro, Pondok Indah, smokertherapy, cepat berhenti merokok, stop smoking
Sabtu, 05 Oktober 2019
Smoker Therapy Solusi Berhenti Merokok Seumur Hidup
*Smoker Therapy, Solusi Lepas Dari Rokok*
Ketika anda merokok, paru2 dengan cepat menyerap nikotin dan mengedarkannya ke seluruh tubuh melalui darah.
Nikotin yg sdh terakumulasi dalam darah, akan perlahan hilang setelah dua setengah jam.
Oleh karena itu, buat anda yg termasuk perokok berat, tiap dua setengah jam harus mencari pengganti rokok, karena sebenarnya yg anda inginkan bukan rokok, tapi nikotin.
Sedikit mengenai nikotin, nikotin menstimulasi pelepasan dopamin dan serotonin. Kedua hormon ini memicu perasaan bahagia.
Dopamin berpengaruh pada rasa menyenangkan dari jatuh cinta, gembira, motivasi, dan rasa percaya diri. Sedangkan serotonin berpengaruh pada Mood.
Sayangnya, nikotin menimbulkan Addictive (kecanduan), bahkan secara jelas disebutkan dalam UU No 36 Th 2009 pasal 113 ayat 2.
Jadi, buat perokok berat, jika anda ingin berhenti merokok, secara teori mesti mencari pengganti rokok setiap dua setengah jam.
Nah... tahukah kamu, sebenarnya, setidaknya ada 4 hormon yg dapat memicu bahagia. Selain Dopamin, serotonin, ada yg namanya Endorfin dan oksitosin.
Oksitosin atau disebut hormon cinta, hormon yg merangsang pengeluaran Air Susu Ibu. Hormon oksitosin membangun ketenangan, kepercayaan, meningkatkan perasaan positif, serta menjaga stabilitas psikologi.
Endorfin, bahkan ada yg menyebutnya Morfin alami, mampu mengurangi nyeri dan memicu perasaan senang, tenang dan bahagia. Endorfin akan dirilis saat kita berada dlm kondisi rileks, baik dlm gelombang pikiran alfa ataupun teta.
Jadi, buat perokok berat, masih ada harapan untuk lepas dari rokok, anda bisa mengandalkan Smoker Therapy dengan cara Hypnosis.
Nah... untuk perokok berat, tahukah anda, yg ingin dicapai dari Hypnotherapy adalah dirilisnya hormon endorfin. Jadi sangat wajar jika saya menyarankan anda melakukan self hypnosis setiap dua setengah jam... itu jika anda ingin melepaskan diri anda dari cengkaraman nikotin. Demikian paparan narasi H. Dadang Saadullah CI, dalam buku karangannya "Berhenti merokok seumur hidup".
Tak lama lagi, harga rokok naik membubung tinggi, saatnya move on untuk stop smoking. Ikuti program "Smoker Therapy" yang dipandu Verri JP, MA, CHt. seharga 1 slove rokok Rp 300.000 saja. Cukup murah.
Tinggal angkat telepon sekarang, ketik wa sahaja di hp/wa
Smoker Therapy
Rumah Sehat Thera Afiat ;
Jl. Flamboyan Flat B 3/7
Perum Bermis Gading
Kelapagading
Jakarta utara
wa 08111494599.
Hp 087883171247.
#smokertherapy
#berhentimerokok
#notaverrijp
#verrijpma
#Theraafiat
Stop smoking, berhenti Merokok, Smoker Therapy, Verri JP MA, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Jumat, 04 Oktober 2019
Smoker Therapy For Mr. Sanjay
Smoker Therapy For Mr. Sanjay
Mr.Sanjay (nama samaran), telah bosan dengan rokok. Mulai sekarang mau putus hubungan dengan rokok sampai akhir hayat.
Mr. Sanjay menghubungi Rumah Sehat Thera Afiat, dan difasilitasi oleh Verri JP, MA, C.Ht. untuk diterapi dari Pukul 06.15 pm dan berakhir pukul 08.15 PM (2 jam saja).
Alhasil, akhirnya setelah usai diterapi Mr.Sanjay mencoba menghisap rokok 3 kali isapan, Mr.Sanjay kapok, katanya :
"Rasanya tidak enak, dan membuat saya tidak mau menghisap lagi".
https://theraafiat.blogspot.com/2019/10/smoker-therapy-for-mr-sanjay.html?m=1
Sebentar lagi, harga rokok membubung tinggi, saatnya move on untuk stop smoking. Ikuti program "Smoker Therapy" seharga 1 slove rokok Rp 300.000 saja. Cukup murah.
Tinggal angkat telepon sekarang, ketik wa sahaja di hp/wa
Rumah Sehat Thera Afiat ;
Jl. Flamboyan Flat B 3/7
Perum Bermis Gading
Kelapagading
Jakarta utara
wa 08111494599.
Hp 087883171247.
#smokertherapy
#berhentimerokok
#notaverrijp
#verrijpma
#Theraafiat
Stop smoking, berhenti Merokok, Smoker Therapy, Verri JP MA, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Minggu, 08 November 2015
Zat Babi Ada dalam Sebatang Rokok
Merokok Berarti Menghisap
Babi
Kabar penting ini harus dicamkan bagi para perokok yang
alergi terhadap fatwa haram merokok. Sebuah penelitian ilmiah mengungkap, bahwa
dari sebuah jasad babi ternyata bisa diolah menjadi 185 produk, di antaranya
adalah untuk rokok.
Penemuan penggunaan darah babi dalam pembuatan filter rokok
ditemukan peneliti Belanda, Christien Meindertsma, secara tak sengaja.
Perempuan ini sebenarnya sedang meneliti seekor babi berkode "Pig
05049" di sebuah peternakan di Belanda.
Di laman pribadinya, Meindertsma menyatakan telah meriset
selama tiga tahun semua produk yang dihasilkan dari seekor babi tersebut. Hasil
riset itu kemudian dibukukan, lengkap dengan grafik dan gambar produk, kemudian
dipamerkan dalam sebuah pameran.
Tujuannya sederhana, menunjukkan pada orang bagaimana sebuah
produk dibuat dan "dibungkus" dan dari mana dia berasal, sehingga
orang bisa tahu. Untuk menunjukkan itu, Meindertsma mendekati subjek ke skala
satu ekor binatang yang dalam hal ini seekor babi bernama "Pig
05049."
...Meindertsma mencatat jasad babi itu menjadi 185 produk berbeda! Mulai
dari rokok, bubuk mesiu, cat mobil, permen karet, porselen, yogurt, kosmetik,
kondisioner, sampai biodiesel. Tak lupa Meindertsma menampilkan foto-foto
produk itu....
Setelah kematian babi tersebut, jasadnya dikapalkan dalam
beberapa bagian ke penjuru dunia. Beberapa bagiannya tetap dalam bentuk dan
fungsi aslinya (sebagai daging), sebagian lagi berubah secara dramatis.
Meindertsma mengikuti produk itu, mulai dari perusahaan yang
menangani hewan mati sampai ke perusahaan kecil yang memproduksi sesuatu
menggunakan bagian dari jasad itu. Perempuan itu mencatat jasad babi itu menjadi 185 produk berbeda! Mulai
dari rokok, bubuk mesiu, sabun, obat, kertas foto, katup jantung, cat mobil,
permen karet, porselen, yogurt, marshmellow, kosmetik, kondisioner, sampai
biodiesel. Tak lupa Meindertsma menampilkan foto-foto produk itu.
Apa pelajaran yang diperoleh perempuan asal Rotterdam ini? "Banyak tahapan antara
bahan mentah dan produk akhir di produksi komersil modern. Karena banyak
tahapan, pengetahuan menghilang. Sebagai contoh, peternak babi tak tahu semua
produk akhir yang terbuat dari babi mereka karena mereka tak tahu babi itu
dibawa ke mana," kata perempuan 29 tahun lulusan Akademi Desain Eindhoven
itu.
Meindertsma pun sekarang memilih produk yang diproduksi
secara lokal. Baju hangatnya sekarang buatan Belanda, bukan lagi Selandia Baru.
Dan ketekunan Meindertsma membuahkan sebuah penghargaan:
Index Award 2009. Dan risetnya juga menggelinding menjadi soal sensitif:
terungkapnya 185 produk mengandung babi yang diharamkan Islam dan Yahudi.
Ada Darah Babi di Filter Rokok
Di tempat terpisah, seorang peneliti di Australia
melansir penelitian mengenai rokok yang diduga mengandung darah babi. Kandungan
babi yang diharamkan umat Islam ini ditemukan di filter rokok.
Profesor di bidang Kesehatan Publik, Universitas Sydney,
Simon Chapman, menunjuk pada riset terbaru yang mengidentifikasi 185 penggunaan
bagian dari babi, termasuk dalam pembuatan filter rokok. Penemuan ini, kata
Chapman kepada News.com.au, bisa berdampak pada kelompok Islam dan Yahudi.
...Riset terbaru mengidentifikasi 185 penggunaan bagian dari
babi, termasuk dalam pembuatan filter rokok...
"Komunitas Yahudi jelas akan menilai masalah ini sangat
serius dan komunitas Islam akan menilainya sangat mengganggu," kata
Chapman, Rabu 31 Maret 2010.
Penemuan ini, kata Chapman, membuka bobrok industri rokok
yang tidak diwajibkan mencantumkan komposisi dalam rokok. "Mereka
mengatakan, "ini bisnis kami dan sebuah rahasia dagang"."
Darah babi ini, kata Chapman, setidaknya ditemukan di satu
mereka rokok dijual di Yunani. Darah babi dipastikan dipakai dalam pembuatan
rokoknya.
Sebuah riset di Belanda menemukan darah babi ini dipakai
untuk membuat filter lebih efektif menangkap kimia berbahaya sebelum asap masuk
ke tenggorokan. Artinya, temuan ini jelas tak berlaku untuk rokok yang tidak
menggunakan filter.
MUI: Jika Mengandung Babi, Rokok Haram Mutlak
Menanggapi temuan riset di Belanda tentang adanya hemoglobin
babi dalam filter rokok, langsung menjadi kajian ulama di berbagai negara. Jika
filter rokok di Indonesia
mengandung bahan yang sama, Majelis Ulama Indonesia siap menyatakan haram
mutlak.
"Kalau rokok dengan filter dari darah babi itu jadinya
haram mutlak," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin, Kamis (1/4/2010).
Terkait dengan temuan riset terbaru itu, MUI akan segera
meminta masukan dari berbagai pihak. "Kita akan meminta masukan banyak
pihak yang bisa menjelaskan hal ini," jelasnya.
Menurut Ma'ruf, hasil dari Ijtima Ulama MUI menyimpulkan
rokok adalah ikhtilaf. Artinya rokok ada di tengah-tengah antara posisi makruh
dan haram. Ulama sepakat mengharamkan rokok dalam 3 situasi.
"Yang sudah diharamkan itu merokok di tempat umum,
merokok bagi ibu hamil, dan merokok bagi anak-anak," pungkas Ma'ruf.
[taz/viva]
Untuk
info Terapi Stop merokok hubungi :
Rumah
Sehat Thera Afiat
Jl.
Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping
Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Telp./WA 08111494599
08788
3171247
Pin
28303BAC
Source:
Berhenti Merokok, Hypno Smoker, Hypno Smoking, Hypnosis,
Hypnotis, Kelapa Gading, Mati Akibat Merokok, Rokok, Rumah Sehat Thera Afiat,
smoker Therapy., Stop Smoking, Thera Afiat, udud, Verri JP MA
Sabtu, 07 November 2015
Rokok VS Ekonomi
KEBOHONGAN PUBLIK DIBALIK LARANGAN MEROKOK...!
Akhir-akhir ini, kampanye anti-rokok gencar dilakukan, baik
oleh perseorangan maupun oleh lembaga-lembaga NGO, lembaga-lembaga penelitian
bahkan oleh lembaga-lembaga keagamaan. Sayangnya, cepat diketahui, dari mana
uang mereka. Tulisan ini dibuat dengan cara sederhana, lugas, dan berisi
poin-poin penting saja. Bukan untuk membela perokok, tetapi untuk membangunkan
orang dari sihir palsu para agen neoliberal.
Anda butuh tahu soal informasi dasar perihal industri rokok
di Indonesia .
Berikut data-data pokok yang cukup penting Anda ketahui:
Total dari hulu sampai hilir, industri rokok melibatkan
kurang-lebih: 30.500.000 orang.
Dari cukai dan pajak saja, pada tahun 2008, industri rokok
menyumbang keuangan negara sebesar: 57 triliun.
Dari hulu ke hilir, industri rokok memberi nilai tambah
tinggi serta dinikmati oleh masyarakat dan negara, bandingkan dengan industri
lain seperti: barang tambang, CPO, karet, kakao dll. Bahan-bahan itu diekspor
sebagai bahan mentah, dan nilai tambahnya dinikmati oleh negara-negara
pengimpor. Bahan-bahan untuk membuat rokok kretek (rokok khas Indonesia ), 96% terbuat dari bahan lokal alias
produksi Indonesia .
Pada saat krisis ekonomi 1998, industri rokok satu di antara
sedikit industri yang mampu bertahan dari guncangan ekonomi.
Tembakau sebagai sumber utama rokok kretek , 98%, adalah
tembakau asli (indigenous tobacco) diusahakan oleh petani kecil. Yang unik,
adalah sebagai tembakau rajangan (pre-cut), bentuk hasil akhir masuk ke pabrik.
Sedangkan tembakau untuk rokok putih dalam bentuk krosok (daun tembakau utuh)
kering.
Tembakau rajang tersebut, jenis Temanggung, Mranggen,
Muntilan, Weleri, Madura, Wringin, Garut dan lain-lain tidak bisa diexport.
Tembakau rajang tersebut sebagai bahan utama dan hanya bisa digunakan untuk
pembuatan rokok kretek.
Bahan utama kedua adalah cengkeh, yang terbentang dari
Sabang sampai Merauke. Ditanam dan dipanen sepanjang tahun, sesuai dari asal
daerahnya mulai dari Sabang-Merauke. Seratus persen produksi cengkeh adalah
dari Indonesia ,
dan sebagian besar untuk kretek.
Inilah wujud Rokok Kretek yang khas, unik dan khusus. Produk
budaya sejak nenek moyang, menjadi kebanggaan bangsa, kekayaan budaya
(heritage) dan satu-satunya di dunia.
Industri kretek sebagai cluster industri rokok yang berbasis
agrobisnis mempunyai kontribusi besar dalam APBN, peran ekonomi, penyerapan
tenaga kerja, sosial budaya, pendidikan, olahraga, lingkungan dll.
Benarkah Merokok Mengancam Kesehatan? Mari kita lihat fakta-fakta
berikut dengan jernih.
Pertama, Anda harus mengenal tentang tubuh manusia. Paul
A.Lachance mengatakan bahwa tubuh manusia disusun oleh 63 triliun sel, +/- 5
milyar sel, 5 ribu-50 ribu sel mengalami mutasi setiap hari. Mutasi disebabkan
makanan/minuman, stress (distress) ,obat-obatan, lingkungan, radio-active
(radon), polutan (inklusif asap rokok).
Catatan: Carl Zimmer (1) mengutip pernyataan Judith Campisi
– “Ageing: Balancing Regeneration and Cancer” – dalam Nature, 443,p.404 (2006)
, bahwa setiap saat sel membelah, akan terjadi risiko pengembangan sel kanker.
Kedua, Anda harus tahu bahwa kemampuan hidup normal,
organisme ~ aktivitas pemeliharaan sejumlah keseimbangan internal yang secara
kolektif disebut homeostasis, termasuk daya tahan tubuh, imunitas. Homeostasis
diatur dalam batas sempit melalui keseimbangan cairan tubuh, fungsi sel,
aktivitas jantung, fungsi ginjal/liver/paru dan lain-lain. Kemampuan menurun,
logis, sebagai fungsi meningkatnya usia.
Maka kunci utama untuk sehat:
Pertama, adalah keseimbangan. Bagaimana sel, protein,
kelenjar dan organ yang berada di dalam tubuh kita, yang secara terprogram,
bekerja untuk mempertahankan kesehatan dan kebahagiaan kita sesuai kapasitas
dan kemampuan menjaga keseimbangan tubuh. Dan ini ditentukan oleh kemampuan
tubuh menjaga fungsi sistem imunitas tubuh.
Kedua, sistem imunitas tubuh, humoral dan selular, menjadi
kunci utama status sehat seseorang. Menjaga dan mempertahankan mekanisme
keseimbangan tubuh, homeostasis, akan menentukan sehat fisikal, mental dan
sosial seseorang. Setiap pengaruh makanan, minuman, obat-obatan dan lingkungan
yang mempengaruhi manusia secara fisikal, fa’aliah, psikologikal sehingga
menimbulkan depresi, kecemasan, ketidakbahagiaan dan gangguan emosional akan
berpengaruh kepada sistem kekebalan tubuh dan mudah jatuh sakit. Disini
ternyata ‘pikiran’ adalah mitra sistem imun kesehatan. Pikiran tenang, jauh
dari distress (bukan eu-stress), berfikir positif, bahagia merupakan kunci
utama menjaga keseimbangan tubuh, dan berarti menjaga kondisi sehat. Karenanya,
yang perlu dicapai bukan hanya GNP tinggi tetapi juga GNH, Gross National
Happiness, inilah kunci sehat dan umur panjang.
Anda juga perlu tahu ini:
Pernah ada sebuah proyek bernama Proyek MONICA: Guna
menjelaskan berbagai kecenderungan kematian penyakit kardiovaskuler (CVD) sejak
1970, pada tahun 1980 WHO membuat proyek MONICA, (Monitoring of trends and
determinants in Cardivascular disease) di seluruh dunia dan guna menghubungkan
faktor perubahan risiko dalam populasi periode sepuluh tahun (1980~1990). Ada 32 sentra kolaborasi
MONICA dibentuk di 21 Negara. Responden sebanyak 10 juta orang – pria &
wanita usia 25~64 – yang telah termonitor diseluruh dunia. Hasilnya: tidak ada
hubungan antara trend faktor risiko utama CVD seperti koletesterol serum darah,
tekanan darah dan konsumsi rokok. Juga tidak ada hubungan antara trend pengaruh
(serangan fatal dan non-fatal) stroke dan penyakit jantung koroner. Ternyata
penyakit CVD tersebut disebabkan karena defisiensi asam folat (folic acid);
demikian juga dengan ibu hamil memerlukan asam folat lebih tinggi daripada
sebelum hamil, bisa fatal dalam pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.
Menurut Adler & Morris, ada empat faktor berpengaruh
termasuk Neurochemistry, Reflexes, Psikologikal dan Sosial terjadi sebagai
kodrat manusiawi. Habituasi atau adiksi karena memang di otak terdapat nikotin
reseptor. Demikian juga reflexes sebagai tipe stimulus Pavlovian sangat
manusiawi. Kepercayaan dan kebiasaan manusia menunjukkan sikap seseorang terhadap
keputusannya secara psikologikal. Faktor sosial dalam pergaulan, lingkungan,
dukungan orang lain.
Kemampuan Tubuh? Dengan pemahaman ajaran Paracelsus “tidak
ada racun didunia, yang ada adalah dosis yang tidak benar” mendorong kita untuk
mencari takaran merokok yang ‘pas’. Memang tidak ada yang ‘pas’, sangat
induvidual karena rentangan NAB orang perorangan sangat beda dan berpengaruh.
Sehat dan bugar bisa dirasakan tetapi tidak sama dari seorang ke orang lain.
Yang kita perlukan adalah kemampuan diri kita untuk mengendalikan konsumsi
apapun, agar tidak berlebihan dan diluar kemampuan tubuh kita, termasuk
konsumsi rokok. Dimensinya adalah frekuensi dan jumlah konsumsi. Perhatikan
half-life time nikotin yang hanya 30 menit. Bagaimana memperpanjangnya agar tubuh
tidak sangat haus konsumsi lagi. Hal ini bisa dicapai dengan merubah pola
makanan dari MPA, makanan penghasil asam menjadi MPB, makanan penghasil basa.
Hal ini akan merubah frekuensi dan secara tidak langsung akan merubah jumlah
konsumsi per hari.
Rokok penyebab kanker?
Tentang kanker. Menurut Judith Campisi: Setiap sel normal
membelah, berisiko menjadi dan berkembangnya sel kanker.
Di alam terdapat karsinogen sekunder, vide tabel berbagai
karsinogen dalam makanan. Konversi karsinogen sekunder menjadi karsinogen
primer perlu kofaktor, kokarsinogen, karsinogen promotor, DNA/RNA, dll.
Konversi karsinogen sekunder menjadi karsinogen primer dan sel kanker
diperlukan laps time 20~30 tahun.
Tentang Nikotin: Half-life time (waktu paruh) dalam tubuh
hanya 30 menit. Nikotin dalam Media Model: bukan tergolong physical dependence
tetapi psychological dependence, tidak ada bukti euphoria, tidak ada ‘drug
abuse’, tidak ada “fly”, “climb a mounting” seperti ketika orang mengkonsumsi
opium. Perokok masih “under control” secara individual. Secara masyarakat, tak
ada subculture of violence/crime/hubungan dengan prostitusi seperti dampak oleh
hard drugs.
Sebab kematian. 10 sebab kematian (WHO): Koroner, Stroke dan
Serebrovaskuler, Trachea/Paru/Bronchus, Infeksi pernafasan, Kanker kolon,
Alzheimer & Dementias, Diabetus Melitus, Kanker payudara, Kanker usus/perut
dan PPOK Dari sepuluh sebab kematian tersebut ternyata 53,3% di negara
berpenghasilan tinggi, 44,4% berpenghasilan menengah dan 29,9% dinegara
berpenghasilan rendah.
Konsumsi rokok tertinggi adalah Yunani, 4313
btg/orang/tahun(bot), Hongaria 3265 bot, Kuwait 3062, Jepang 3023 bot, Spanyol
2779 bot. Jepang, angka kematian kanker paru terendah dibandingkan Amerika
Serikat. Disebabkan konsumsi enersi lemak di Jepang hanya 8% dari kebutuhan
enersinya. Sedangkan Amerika Serikat konsumsi lemaknya 40% dari kebutuhan
enersinya.
Mati karena rokok?
Sejak dekade 80 telah terberitakan setiap 11 detik satu
orang meninggal karena rokok, sekarang diberitakan setiap 3 detik satu orang
meninggal karena rokok. Apakah pernah dinyatakan dalam certificate of death
bahwa kematian mereka
memang karena rokok? Bagaimana membuktikan kematian
tersebut.
Data statistik: Yang disajikan atas dasar data epidemiologi
.
Fakta : Hubungan penyakit dan angka kematian tidak sebagai
cermin data riset hidup sebenarnya. Tidak ada hubungan kuantitatif dan
kualitatif yang nyata. Orang Jepang perokok berat, 3023 batang/orang/tahun,
tetapi angka kematian kanker paru terendah didunia. Menurut Harvard
Medical School ,
orang Jepang dalam diet harian konsumsi sumber enersi dari lemak hanya 8%
dibandingkan konsumsi orang Amerika 40% berasal lemak (simak S.A.D./USA).
Mitos tentang perokok pasif
Issue ETS: Environmental Tobacco Smoke, passive smoking,
ditempatkan sebagai perkosaan pernafasan orang. Non perokok lebih menderita
daripada perokok?
Bantahan: Memang ada orang yang tidak tahan terhadap bau
asap rokok. Untuk tersebut diatas harus dihargai. Bukan perokok (dekat perokok)
terpapar asap rokok tetangganya sangat minim karena larinya asap rokok keatas
(temperatur asap lebih tinggi). Dari hasil penelitian terhadap ratusan
‘caffee’yang dilengkapi “extractor” diatas kepala, setelah cafe tutup (sekitar
durasi 4 jam) ternyata pengunjung non-perokok dapat paparan ekivalen merokok
satu batang kalau dia tinggal di caffee selama 105 jam.
Kalau 70 juta batang rokok dibakar di Jakarta per hari, akan memberikan total
particulate mater (TPM) sebanyak 5 ton. Kalau 200 ribu kiloliter BBM dibakar
sehari akan menebarkan 100 ton TPM, ditambah dari industri, pesawat terbang dan
debu akan ada total 205 ton TPM per hari di Jakarta . Kontribusi TPM rokok hanya 2,4%.
Benarkah rokok mengandung bahan adiktif?
Bahan adiktif: Dinyatakan bahwa nikotin sebagai bahan yang
bertanggung jawab atas kecanduan seseorang yang merokok.
Bantahan: Nikotin, dari tanaman Nicotiana Tabacum, adalah
amine tertiair terdiri dari pyridine dan pyrolidine (C10H14N2). Nikotin sering
disamakan dengan sifat adiksi heroin, opium, cocain yang selalu menuntut tambah
dan tambah dosis. Dan tuduhan ini sangat berlebihan (over-used), bahkan British
Medical Association menyarankan anggota dokternya agar tidak menggunakan kata
adiksi sebab “kata tersebut membawa impresi bahwa tidak mungkin seorang perokok
bisa berhenti, ini memungkinkan”. Memang untuk nikotin, dalam situasi asam akan
mudah membentuk garam karenanya cepat diekskresikan lewat urine. Waktu-paruh
hanya 30 menit. Dengan diet MPB akan mudah tuduhan adiksi tersebut diatasi.
Nampaknya, kata adiksi, sesungguhnya salah aplikasi dalam konteks nikotin dan
tembakau. Lihat posisi nikotin terhadap bahan-bahan tergolong NAFZA, baik
ditinjau dari tingkat ketergantungannya dan tingkat asseptabilitasnya.
Benarkah petani tembakau melakukan pengerusakan lingkungan?
Penggundulan Hutan: Industri dituduh melakukan usaha
penggundulan dan tidak melakukan perlindungan lingkungan.
Bantahan: Luas areal tembakau di Indonesia
hanya sekitar 200 ribu Ha dan luas areal ini merupakan 0,64 % dari seluruh
cropland yang ada di Indonesia .
Merokok mengganggu kesehatan ibu hamil dan anak-anak?
Tentu saja iya! Maka itu industri rokok tidak memasarkan
rokok untuk anak dan ibu-ibu hamil. Ibu-ibu lebih rasional dalam menentukan
keputusan merokok. Sejak dulu kala, memang rokok tidak dibuat untuk anak-anak.
Tidak ada niatan dan kesengajaan bahwa rokok untuk anak-anak. Pergaulan dalam
lingkungan anak-anak yang sangat berpengaruh. Perlu perhatian serius orang tua
dan sekolah tehadap lingkungan dan berkembang-tumbuhnya anak-anak kita kedepan.
Saat ini nampaknya guru dan sekolah lebih berperan daripada orang dan rumah
tangga.
Tetapi kalau ibu hamil dan anak-anak lebih ingin sehat,
beranikah Anda bilang: larang semua mobil yang jelas-jelas membuang polutan
sangat besar di udara. Beranikah Anda protes bahwa mi instan harus ada kalimat
larangannya untuk mengonkonsumsi dalam rentang hari tertentu karena mengandung
MSG dan lapisan lilin. Kenapa Anda tidak protes dengan tempe dan tahu yang dibuat dari kedelai
transgenik. Kenapa pula Anda tidak pernah berteriak tentang awas ikan laut yang
di beberapa laut Indonesia
mengandung kadar merkuri yang sangat besar karena lautnya sudah tercemar?
Kenapa kampanye anti-rokok semakin hari semakin gencar?
Pertama, terdapat perang besar antara industri farmasi dan
industri rokok. Hanya bedanya, industri farmasi berdalih sebagai ‘dewa
kesehatan’ dan menyerang industri rokok sebagai ‘setan kesehatan’. Padahal,
dalam banyak hal, industri farmasi tak kalah jahat. Lihat praktek-praktek
pemberian obat-obatan di rumahsakit dan di apotik-apotik.
Kedua, karena di negara Eropa dan Amerika, pasar rokok sudah
sampai pada titik maksimal. Sehingga mereka harus masuk ke pasar Indonesia dan bahkan berusaha mengakuisi
perusahaan-perusahaan rokok di Indonesia .
Tetapi karena elemen penting rokok adalah tembakau yang diproduksi di
Indonesia, mereka menyerang rokok kretek sebagai rokok khas Indonesia, sebab
jika berhasil, maka tembakau yang dipakai kelak akan didatangkan (impor) dari
negara lain.
Jadi, masihkan Anda dengan dungu menganggap bahaya merokok
itu hanya sekadar soal kesehatan? Buka mata Anda, ini soal perang ekonomi dan
pemalsuan penelitian. Lebih kritis, lebih cerdas dan bangunlah dari sihir mitos
berbalut teori, yang di belakang itu semua adalah persoalan perang ekonomi!
(shofwanAlwie)
Semoga bermanfa'at.
Untuk
info Terapi Stop merokok hubungi :
Rumah
Sehat Thera Afiat
Jl.
Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping
Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Telp./WA 08111494599
08788
3171247
Pin
28303BAC
Source:
Label :
Berhenti Merokok, Hypno Smoker, Hypno Smoking, Hypnosis,
Hypnotis, Kelapa Gading, Mati Akibat Merokok, Rokok, Rumah Sehat Thera Afiat,
smoker Therapy., Stop Smoking, Thera Afiat, udud, Verri JP MA
Stop Merokok Disamping Anak Asma
Anak-anak yang memiliki asma sebaiknya berada jauh-jauh dari
asap rokok.
Sayangnya, anak-anak justru sering terpapar asap rokok dari
tempat tinggalnya sendiri, yakni ketika ayah atau ibunya merokok.
Asap rokok hanya akan membuat kesehatan paru-paru anak
memburuk.
Tim peneliti menganalisa 25 studi yang melibatkan lebih dari
430 ribu anak-anak.
Anak-anak yang memiliki asma 66 persen berisiko tinggi
mengalami kesehatan yang memburuk jika menjadi perokok pasif dan sekitar 85 persen
berisiko menjalani perawatan di rumah sakit dibanding anak-anak yang tidak
tinggal dengan perokok.
Mereka akan mengalami risiko tiga kali lipat memburuknya
fungsi paru-paru dan 32 persen lebih tinggi terkena gejala mengi jika berada di
sekitar perokok.
Peneliti senior dokert Avni Joshi yang juga seorang ahli
alergi dan imunologi di Mayo Clinic Children’s Center di Rochester, Minnesota mengatakan,
kebiasaan orangtua merokok depan anak juga memungkinkan anak merokok pada usia
lebih muda.
Merokok depan anak kebanyakan dilakukan oleh seorang ayah
perokok.
"Anak-anak juga belajar dari perilaku orangtua. Mereka
tidak akan mulai merokok diri jika tidak mengamati orangtuanya menggunakan
tembakau,” kata Joshi.
Menurut WHO, diperkirakan 235 juta orang di seluruh dunia
menderita asma. Asma merupakan penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan.
Serangannya bisa tiba-tiba sesak napas dan mengi. Saat
serangan terjadi, lapisan tabung bronkial membengkak, terjadi penyempitan
saluran udara sehingga membatasi aliran udara keluar dan masuk dari paru-paru.
Serangan asma bisa dipicu berbagai hal, mulai dari menghirup
racun, infeksi virus, alergi, aktivitas fisik dan perubahan cuaca.
Asma bisa dikendalikan dengan minum obat, tetapi bisa
berdampak buruk jika dibiarkan.
Penyebab anak asma sering kali dikaitkan pada paparan asap
rokok dan polusi udara lainnya. Bisa juga karena infeksi saluran napas tertentu
yang bisa terjadi pada anak-anak di usia sangat muda.
“Asap tembakau adalah campuran kompleks dari racun,
karsinogen dan sesuatu yang menyebabkan iritasi," ujar Sam Oh, seorang
peneliti tembakau dari University of California , San
Francisco .
Sementara itu, dokter Annie Lintzenich Andrews, seorang
peneliti pediatri dari Medical University of South Carolina di Charleston
berharap, penelitian ini bisa memicu para orangtua untuk berhenti merokok.
Mereka tentu tidak mau anak terkena asma atau bahkan sering
bolak-balik ke rumah sakit karena masalah asma.
Untuk
info Terapi Stop merokok hubungi :
Rumah
Sehat Thera Afiat
Jl.
Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping
Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Telp./WA 08111494599
08788
3171247
Pin
28303BAC
Source:
Berhenti Merokok, Hypno Smoker, Hypno Smoking, Hypnosis,
Hypnotis, Kelapa Gading, Mati Akibat Merokok, Rokok, Rumah Sehat Thera Afiat,
smoker Therapy., Stop Smoking, Thera Afiat, udud, Verri JP MA
4 Cara Berhenti Merokok
Merokok merupakan salah satu dari penyebab terbesar kematian
di seluruh dunia. Ini karena rokok dapat memicu banyak penyakit, termasuk
kanker dan penyakit jantung. Sayangnya, menghentikan kebiasaan merokok tidak
mudah membalikkan telapak tangan.
Banyak orang berupaya untuk mencari pengganti nikotin dengan
obat atau produk yang mengandung nikotin lainnya. Namun dari sekian banyak cara
untuk berhenti merokok, kenapa tidak mencoba cara yang alami?
Berikut empat bahan yang dapat membantu menghentikan
kebiasaan merokok. Selain mudah didapat, keempat bahan ini juga lebih alami.
1. Ginseng
Menurut Anand Agarwal, CEO dari Natural Mantra.com, ginseng
merupakan rempah yang sangat efektif dalam mengurangi kecanduan nikotin. Minum
teh hijau dengan ginseng dan lidah buaya dua kali sehari mungkin akan hanya
membantu untuk memendam keinginan mengasup nikotin. Selain itu, kebiasaan ini
juga membuat Anda merasakan manfaat lain yang berasal dari bahan-bahan
tersebut, sebut saja menjadi lebih tenang dan peredaran darah lebih lancar.
2. Oat
Kandungan di dalam oat membantu mengurangi keinginan
mengonsumsi nikotin dan meringankan gejala yang mungkin timbul saat
menghentikan konsumsi nikotin. Karena itu Agarwal menyarankan untuk memasukkan
oat ke dalam menu sarapan. "Anda akan melihat penurunan jumlah rokok yang
Anda konsumsi," kata dia.
3. Co-enzim Q-10
Enzim ini dibentuk dari proses fermentasi alami dan
merupakan antioksidan yang kuat. Tidak hanya mengurangi keinginan untuk
mengonsumsi nikotin, tetapi juga memperbaiki paru-paru yang rusak karena
merokok.
4. Air putih
Saat merasa ingin merokok, maka segeralah minum segelas air
putih. Menurut Agarwal, itu akan memusnahkan keinginan merokok dengan segera.
Untuk
info Terapi Stop merokok hubungi :
Rumah
Sehat Thera Afiat
Jl.
Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping
Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Telp./WA 08111494599
08788
3171247
Pin
28303BAC
Source:
Berhenti Merokok, Hypno Smoker, Hypno Smoking, Hypnosis,
Hypnotis, Kelapa Gading, Mati Akibat Merokok, Rokok, Rumah Sehat Thera Afiat,
smoker Therapy., Stop Smoking, Thera Afiat, udud, Verri JP MA
7 Mitos Salah Untuk Berhenti Merokok
Tentu kita sudah sering mendengar berbagai keuntungan
positif dari berhenti merokok, tetapi sayangnya bukan perkara mudah untuk
menghentikan kebiasaan buruk ini.
Banyaknya mitos-mitos keliru mengenai usaha berhenti merokok
tak jarang juga membuat kita bingung. Nah, agar Anda tidak terjebak dalam mitos
keliru, ketahui fakta yang benar sehingga Anda bisa segera mengucapkan selamat
tinggal pada rokok.
1. Rokok elektronik bantu berhenti merokok
Sebuah studi terbaru dari Universitas California
di San Francisco , AS , menemukan bahwa rokok elektronik
(e-cigarettes) tidak efektif membantu perokok untuk berhenti. Hasil analisa 82
studi menunjukkan, orang yang menggunakan rokok elektronik hanya sedikit yang
benar-benar berhenti merokok.
2. Bikin gemuk
Ini sebenarnya juga hanya mitos, karena beberapa studi
ilmiah justru menunjukkan orang yang merokok ternyata lebih gemuk. Memang,
berat badan bisa bertambah setelah kita berpisah dengan rokok, tapi ini hanya
terjadi jika kita mengganti rokok dengan makanan tidak sehat.
3. Biaya lebih mahal
Banyak orang yang sulit berhenti merokok sendiri berkilah
konsultasi dokter dan obat-obatan untuk membantu mengurangi kecanduan nikotin
sangat mahal. Padahal, pengeluaran untuk membeli rokok juga tidak sedikit.
Belum lagi biaya premi asuransi kesehatan yang harus dibayar perokok juga lebih
tinggi.
4. Hookah alternatif yang lebih sehat
5. Setelah lama jadi perokok, berhenti tak ada manfaatnya
Tak pernah ada kata terlambat untuk mendapatkan efek
kesehatan dari bebas rokok. Setelah setahun tanpa rokok, risiko seseorang
menderita penyakit jantung akan berkurang setengahnya. Bahkan, setelah 20 menit
kita berhenti merokok, kadar karbon monoksida dalam aliran darah menjadi
normal.
6. Sulit menghadapi stres
Walau kebanyakan orang merokok saat menghadapi situasi penuh
tekanan, sebenarnya orang yang bukan perokok memiliki tingkat kecemasan lebih
rendah. Banyak orang mengira setelah berhenti merokok mereka akan lebih stres
karena mereka bingung bagaimana harus menghadapi stresnya.
7. Jadi kurang produktif
Walau Anda mungkin merasa merokok di pagi hari akan membuat
Anda lebih fokus dan banyak ide, sebenarnya para perokok lebih banyak mendapat
kerugian. Secara umum perokok lebih gampang sakit dan izin tidak bekerja,
produktivitas pun menurun. Para perokok juga
akan lebih sering meninggalkan pekerjaannya untuk merokok di luar, akibatnya
tugas-tugas terbengkalai dan jam kerja jadi lebih panjang.
Untuk
info Terapi Stop merokok hubungi :
Rumah
Sehat Thera Afiat
Jl.
Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping
Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Telp./WA 08111494599
08788
3171247
Pin
28303BAC
Source:
Berhenti Merokok, Hypno Smoker, Hypno Smoking, Hypnosis,
Hypnotis, Kelapa Gading, Mati Akibat Merokok, Rokok, Rumah Sehat Thera Afiat,
smoker Therapy., Stop Smoking, Thera Afiat, udud, Verri JP MA
Langganan:
Postingan (Atom)













